Minggu, 03 April 2016

Belajar SPSS (2)

1. Klik Analyze ‐> klik Descriptive Statistic ‐> klik Frequencies.


2. Klik Entomologi (X) ‐> klik tanda (>) (untuk memasukkan variabel X ke kolom variables(s)
3. Klik Biostatistik (Y) ‐> klik tanda (>) (untuk memasukkan variabel Y ke kolom variables(s)


    atau sorot semua variabel X dan Y kemudian klik tanda (>)
4. Beri tanda centang (V) display Frequency Tables.
5. Klik Statistics, beri centang (v) Quartil, Percentil (isi 25, klik Add, ulangi untuk 50, dan 75)
    Std. deviation, Varians, Range, Minimum, Maximum, S.E. mean, Mean, Median, Mode,
    Sum, Skewness, Kurtosis.


6. Klik Continue
7. Klik Chart (beri centang pada pilihan) Histogram centang with normal curve ‐> klik
    Continue


8. Klik format (untuk mengatur tampilan data)


9. Klik Continue, kemudian OK

Sekarang kita dapat melihat outputnya:

Frequencies



Frequency Table






Kita bisa melihat histogram dari masing-masing variabelnya.

NB : Atau kalian bisa download langsung>>>Download Belajar SPSS
        Yang belum punya software nya langsung aja download ke situs resminya>>>SPSS Software
       










Belajar SPSS (1)

SPSS merupakan software statistik yang paling populer, fasilitasnya sangat lengkap dibandingkan dengan software lainnya, penggunaannya pun cukup mudah.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menginstal terlebih dahulu software SPSS
yang akan digunakan. Pada pembelajaran kali ini menggunakan Software SPSS 12. Saat ini software SPSS telah mengalami berbagai penambahan fasilitas, versi terkini yaitu SPSS 17. Cara mempelajarinya tidak jauh berbeda dengan SPSS versi lainnya.

Setelah dilakukan instalasi, maka langkah berikutnya adalah masuk ke dalam program SPSS, tampilannya mirip dengan Excel milik Microsoft Corporation.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah :
Cari shortcut SPSS pada layar dekstop, atau masuk lewat tombol start, lalu pilih All Programs, kemudian

pilih SPSS for Windows 12.0, tampak seperti pada gambar di bawah ini.


Kemudian akan muncul gambar seperti di bawah ini. Lalu klik saja cancel pada kotak dialog yang ada untuk memasukkan data baru.


Maka kotak dialog tersebut akan hilang, sehingga kita bisa melanjutkan pengentrian data.


Perhatikan pada sudut kiri bawah, ada 2 sheet (seperti Excel), yaitu Data View dan Variabel View. Untuk memasukkan data, terlebih dahulu tentukan variabelnya yang kemudian diinput pada Variabel View, seperti Nama, Berat Badan, Tinggi Badan, Tekanan Darah, Tanggal Lahir, dan sebagainya.

Name : diisi nama variabel, misalnya Nama
Type : diisi tipe data, misalnya numeric (untuk data angka) atau string untuk data teks.
Width : diisi jumlah karakter maksimal yang akan diinput dalam Data View.
Decimal : diisi jumlah karakter maksimal yang akan diinput dalam Data View.
Label : diisi keterangan untuk variabel (boleh dikosongkan).
Value : untuk memberi kodefikasi, misalnya Laki‐laki=1, Perempuan=2.
Missing : untuk perlakuan data terhadap Missing Value (abaikan sesuai default).
Align : untuk pengaturan tampilan perataan dalam Data View, seperti left, centre, right.
Measure : secara default akan terpilih Nominal jika variabel bertipe string, dan akan terpilih   Scale jika data bertipe Numeric.

Setelah ditentukan variabelnya, sekarang tinggal mengisi data di sheet Data View. Untuk lebih
mudahnya maka kita akan menampilkan contoh data yang akan diiput.

Ini adalah data nilai mata kuliah 10 orang mahasiswa :
Entomologi (X) : 90, 67, 78, 85, 75, 60, 87, 87, 90, 60
Biostatistik (Y) : 87, 75, 67, 80, 70, 56, 76, 54, 87, 65

Sekarang kita mulai menginput data sesuai contoh di atas
1. Klik start ‐> All program ‐> SPSS for windows
2. Menu yang akan muncul berupa sheet (excel) yaitu Data View (tempat memasukkan
    data), Variabel View (tempat mendefinisikan variabel)
3. Klik Variabel View.
     a. kolom “Name” = X (nama variabel tidak boleh ditandai dengan spasi)
     b. kolom “Type” = Numeric
     c. Kolom “Width” = 8 (banyaknya karakter)
     d. Kolom “Decimal” = 0 (banyaknya angka di belakang koma)
     e. Kolom “Label” = ENTOMOLOGI (label variabel)
     f. Kolom “Value” = None (diisi jika data kualitatif: misalkan L = 1, P = 2)
     g. Kolom “Missing” = None (selisih antara variabel )
     h. Kolom “Columns” = 8 (lebar kolom disesuaikan )
      i. Kolom “Align” = Right (rata tulisan)
      j. Kolom “Measure” = Scala (jenis data)
4. Lanjutkan dengan mendefinikan variabel “Y”.
5. Klik Data View, input semua data variabel Entomologi di kolom X, input semua data
    variabel Biostatistik di kolom Y.
6. Selesai (Proses penginputan data selesai), menu SPSS jangan ditutup,



Kemudian kita lanjutkan dengan analisis deskriptif

ANALISIS DESKRIPTIF
Adalah analisis yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan data. Analisis deskriptif berupa
ukuran gejala pusat berupa mean, median, dan modus. Ukuran penyebaran berupa kuartil, desil
dan persentil. Ukuran penyebaran berupa rentang data (range), simpangan (simpangan baku
dan varians). Ukuran kemiringan berupa model populasi, koefisien kemiringan (kurtosis), dan
koefisien kecembungan (skweness).
Langkah‐langkahnya :

Lanjut Halaman Berikut >>>Halaman 2






Jumat, 01 April 2016

Aplikasi Untuk Menghitung Nilai


Buatlah Form seperti dibawah  ini :






Kemudian masukan kode dibawah kedalam button Hitung.


procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var
Nilai : Integer;
begin
Nilai :=StrToInt(ENilai.Text);
Case Nilai Of
100 : ShowMessage('Selamat Anda Lulus Dengan Nilai SEMPURNA');
80 .. 99 : ShowMessage('Selamat Anda Lulus Dengan Sangat Baik');
50 .. 79 : ShowMessage('Selamat Anda Lulus Dengan Cukup Baik');
Else
           ShowMessage('Nilai Anda Kurang, Anda Tidak Lulus');
End;
end;


Button Close dengan kode dibawah :


procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;


Kemudian Run dan masukan nilainya kemudian klik Hitung, maka tampilannya akan seperti ini :




Kamis, 31 Maret 2016

Perulangan Pada Delphi

PERULANGAN FOR TO DO
Perulangan For To Do merupakan perulangan yang menggunakan kendali perulangannya berupa
counter/pencacah. Counter akan menjalankan perulangan dimulai dari nilai awal yang diberikan sampai
counter mencapai nilai akhirnya. Syarat terjadinya perulangan adalah nilai awal counter harus lebih kecil
atau sama dengan nilai akhir counter.
Bentuk umum dari perulangan ini adalah :
For counter := nilai awal To Nilai akhir Do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;
Contoh Program yang ditulis dalam event OnClick dari tombol For To Do
procedure TForm1.Tbl_ForToDoClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
c:char;
begin
Memo1.Clear;
for i:=1 to 10 do
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i));
for c:='A' to 'Z' do
Memo1.Lines.Add(c);
end;


PERULANGAN FOR DOWNTO DO
Perulangan ini sama seperti perulangan dengan menggunakan For To Do tetapi arah isi counternya
berkurang (mundur/turun).
Bentuk umum dari perulangan ini adalah :
For counter := nilaiawal DownTo Nilaiakhir Do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;
Perulangan ini akan berulang selama nilai variabel counter masih lebih besar atau sama dengan nilai
akhir. Nilai awal suatu counter harus lebih besar atau sama dengan daripada nilai akhirnya.
Contoh Program yang ditulis dalam event OnClick dari tombol For To Do
procedure TForm1.Tbl_FormDownToDoClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
c:char;
begin
Memo1.Clear;
for i:=10 downto 1 do
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i));
for c:='Z' downto 'A' do
Memo1.Lines.Add(c);
end;


PERULANGAN REPEAT UNTIL
Perulangan ini bekerja sampai kondisi yang diinginkan tercapai. Perulangan ini bisa digunakan sebagai
perulangan yang menggunakan banyak kondisi keluar (multi condition loop).
Bentuk umum :
Repeat
Perintah;
Perintah;
Until Kondisi;
Contoh Program
procedure TForm1.Tbl_RepeatUntilClick(Sender: TObject);
var
i:real;
begin
Memo1.Clear;
i:=0;
repeat
i:=i+0.5;
Memo1.Lines.Add(FloatToStr(i));
until i=10;
end;
Perulangan ini berulang sampai kondisi yang ada setelah until mempunyai nilai true. Jadi repeat until
berjalan selama kondisi salah sampai kondisi benar.
Pengecekan kondisi berada di bagian bawah yaitu setelah until sehingga semua program yang memakai
perulangan ini akan melakukan minimal 1 kali proses perulangan.


PERULANGAN WHILE DO
Perulangan ini mirip dengan perulangan Repeat Until tetapi pengecekannya berada di awal sebelum
melakukan proses yang berulang. Perulangan ini berjalan selama kondisi pengecekan bernilai true. Jika
kondisi telah mempunyai nilai false maka perulangan tidak dilakukan lagi.
Bentuk umum dari While Do adalah seperti berikut :
While kondisi do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;
Contoh program while do yang ditulis pada event onclick dari tombol While Do.
procedure TForm1.Tbl_WhileDoClick(Sender: TObject);
var
i:real;
begin
Memo1.Clear;
i:=0;
while i<10 do
begin
i:=i+0.5;
Memo1.Lines.Add(FloatToStr(i));
end;
end;


PERULANGAN LABEL
Label adalah suatu perintah untuk memandai suatu baris program. Untuk pindah ke posisi yang ditandai
oleh label, maka digunakan perintah Goto.
Untuk lebih jelasnya lihatlah program berikut yang ditulis dalam event OnClick dari tombol Label.
procedure TForm1.Tbl_Label5Click(Sender: TObject);
label
A;
var
i:integer;
begin
Memo1.Clear;
i:=0;
A:
i:=i+1;
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i));
if i<10 then
Goto A;
End;


PERULANGAN TERSARANG (PERULANGAN DALAM PERULANGAN)
Perulangan tersarang (nested loop) adalah suatu perulangan dimana di dalam perulangan tersebut ada
perulangan lain. Perulangan yang di ada di bagian terdalam, maka akan dikerjakan dulu sampai selesai
baru mengerjakan perulangan yang ada diluarnya.
Nested loop bisa merupakan kombinasi antara For To Do, For DownTo Do, Repeat Until, While Do.
Contoh Program
procedure TForm1.Tbl_TersarangClick(Sender: TObject);
var
i,j:integer;
begin
Memo1.Clear;
for i:=1 to 5 do
begin
j:=0;
while j<5 do
begin
j:=j+1;
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i)+' X '+IntToStr(j)
+' = '+IntToStr(i*j));
end;
Memo1.Lines.Add('-------------------');
end;
end;


PERULANGAN BANYAK KONDISI
Perulangan dengan banyak kondisi adalah suatu perulangan dimana berjalannya suatu perulangan tidak
hanya berdasarkan suatu kondisi saja tetapi bisa lebih dari satu kondisi. Operator yang bisa digunakan
biasanya seperti And, Or, Not dan lain‐lain.

Contoh Program :
procedure TForm1.Tbl_BanyakKondisiClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
total:integer;
begin
Memo1.Clear;
total:=0;
i:=0;
repeat
i:=i+1;
Total:=Total+i;
Memo1.Lines.Add('Isi I = '+IntToStr(i));
Memo1.Lines.Add('Isi Total = '+IntToStr(Total));
until (total>150)or(i>25);
end;


PERINTAH CONTINUE
Perintah continue merupakan suatu mekanisme agar alur program melanjutkan perulangan ke iterasi
berikutnya dengan tidak mengeksekusi perintah yang ada di bawahnya. Perintah ini berlaku untuk
perulangan for, while do atau repeat until.
Contoh Program :
procedure TForm1.Tbl_ContinueClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
begin
Memo1.Clear;
for i:=1 to 20 do
begin
if (i>5)and(i<=10) then
continue;
memo1.Lines.Add(inttostr(i));
end;
end;
Perintah di atas akan melakukan perulangan dari 1 sampai 20 kecuali 6 s/d 10.


PERINTAH BREAK
Perintah break digunakan untuk menghentikan perulangan. Break berlaku pada perulangan for, while
do, repeat until. Perintah di bawah break tidak akan dieksekusi.
Contoh Program :
procedure TForm1.Tbl_BreakClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
begin
Memo1.lines.Clear;
for i:=1 to 100 do
begin
if i>50 then
Break;
Memo1.Lines.add(inttostr(i));
end;
end;
Perintah di atas akan melakukan perulangan dari 1 sampai 100 tetapi akan berhenti ketika counter I
bernilai 50.

Minggu, 27 Maret 2016

Penggunaan Perulangan Pada Delphi

Salah satu kegunaan dari komputer adalah untuk melakukan proses yang berulang. Bagi manusia proses
berulang bisa menjadi satu hal yang melelahkan, sehingga bisa membuat proses menghasilkan
kesalahan karena ketidakkonsentrasian atau kelalaian. Oleh karena itu di semua bahasa pemrograman
pasti memiliki mekanisme untuk melakukan perulangan. Demikian dengan juga dengan Delphi. Di Delphi
perulangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya :

‐ Perulangan menggunakan Counter/Pencacah sebagai kendali perulangannya. Perulangan dengan
cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan : For To Do atau For DownTo Do.
‐ Perulangan menggunakan Kondisi Boolean sebagai kendali perulangannya. Perulangan dengan cara
ini dilakukan dengan menggunakan pernyataan : While Do, atau Repeat Until.
‐ Perulangan menggunakan Label. (cara ini tidak disarankan untuk digunakan. Label akan diterangkan sekedar untuk pembelajaran saja).

Untuk lebih memahami perulangan, buatlah form seperti di bawah ini yang akan digunakan untuk
mendemonstrasikan berbagai jenis perulangan.




Properties :
ScrollBars=ssBoth

Komponen Memo digunakan untuk menampung data string lebih dari 1 baris. Memo bisa
diidentikan dengan program Notepad. Memo bisa digunakan untuk membuat editor teks.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengolah/memanipulasi memo yaitu :
‐ Memo.Lines.Add(s:string), digunakan untuk menambah baris baru di baris terakhir.
Parameternya harus string. Jika ingin menuliskan angka, maka harus dikonversi dulu.
‐ Memo.Clear, digunakan untuk menghapus semua baris yang ada dalam memo.

Properti yang biasa dimodifikasi diantaranya :
‐ Lines, properties yang menyimpan baris‐baris yang ada dalam memo
‐ Alignment, digunakan untuk menentukan alignment baris (Left, Right, Center)
‐ ScrollBars, digunakan untuk menentukan scrollbar mana yang akan ditampilkan (None,
  Vertikal, Horizontal, Both/Keduanya).

Sabtu, 26 Maret 2016

Aplikasi Penjualan Barang

Sebuah toko mempunyai tabel harga dan diskon seperti berikut :











Tampilan yang diinginkan adalah :







Ketentuan :

Data yang diinputkan hanya kode barang dan quantity. Quantity pembelian tidak boleh lebih dari 10. Data yang
dimasukan harus divalidasi.

Solusi untuk tombol Hitung adalah script berikut :

procedure TForm1.Tbl_HitungClick(Sender: TObject);
var
kode, nama:string;
harga, diskon, subtotal,total:currency;
qty:integer;
begin
kode:=cbkode.Text;
kode:=trim(kode);
kode:=uppercase(kode);
kode:=copy(kode,1,3);
// Di baris ini, kode sudah pasti tidak ada spasi di awal dan diakhir
// kode sudah pasti capital (tidak mempunyai huruf kecil)
// kode pasti 3 huruf atau kurang
if length(kode)<>3 then
begin
showmessage('Kode harus 3 karakter');
cbkode.SetFocus;
exit;
end;
// Di baris ini, kode sudah pasti tidak ada spasi di awal dan diakhir
// kode sudah pasti capital (tidak mempunyai huruf kecil)
// kode pasti 3 huruf tidak mungkin kurang
if kode='A01' then
begin
harga:=50000;
nama:='Speaker';
end
else
if kode='B02' then
begin
harga:=25000;
nama:='Mouse';
end
else
if kode='C03' then
begin
harga:=750000;
nama:='Hardisk';
end
else
if kode='D04' then
begin
harga:=5000;
nama:='Mouse Pad';
end
else // Jika kode tidak terdaftar
begin
showmessage('Kode tidak dikenal');
exit;
end;
if TryStrToInt(EQty.Text,qty)=false then
begin
showmessage('Quantity harus angka.');
exit;
end;
// Di baris ini, Qty pasti bilangan bulat tetapi masih mungkin diatas 10
if (qty<1) or (qty>10) then
begin
showmessage('Hanya boleh beli 1 s/d 10 saja');
exit;
end;
// Di baris ini, Qty pasti bilangan bulat dan 
pasti berisi 1 s/d 10
ENama.text:=nama;
EHarga.text:=CurrToSTr(harga);
Subtotal:= harga * qty;
ESubTotal.Text:=CurrToStr(subtotal);
if subtotal>=100000 then diskon:=0.15 * subtotal else
if subtotal>=50000 then diskon:=0.1 * subtotal else
if subtotal>=25000 then diskon:=0.05 * subtotal else
diskon:=0;
EDiskon.text:=CurrToStr(diskon);
Total:=Subtotal-Diskon;
ETotal.text:=CurrToStr(Total);
end;



Pengertian Percabangan Pada Delphi

Percabangan digunakan untuk menentukan blok perintah mana yang akan dilakukan berdasarkan
kondisi yang telah ditentukan. Jika kondisinya tercapai (bernilai true) maka pernyataan akan dikerjakan.
Ada dua jenis percabangan yang ada dalam Delphi, yaitu :

‐ Percabangan menggunakan pernyataan IF
‐ Percabangan menggunakan pernyataan CASE

PERNYATAAN IF
Pernyataan IF digunakan untuk memeriksa sebuah kondisi dan kemudian mengeksekusi bagian source
code tertentu berdasarkan kondisi Benar/True atau Salah/False. Kondisi harus dibentuk dalam ekspresi
Boolean.
Ada dua jenis pernyataan IF yaitu

1. Pernyataan IF … THEN.
Pernyataan ini hanya memeriksa apakah suatu blok kode program dapat dieksekusi atau tidak.
Jika kondisi pernyataan ini bernilai True maka blok program yang ada di bawahnya akan
dieksekusi. Tetapi jika kondisi pernyataan bernilai False maka alur program akan menganggap
pernyataan IF telah selesai karena tidak mempunyai alternative lain.
Bentuk dasar pernyataan IF … THEN adalah sebagai berikut :

IF kondisi Boolean THEN
pernyataan;
Jika pernyataan yang akan dieksekusi ketika kondisi bernilai true lebih dari satu pernyataan,
maka pernyataan‐pernyataan tersebut harus diapit dengan begin dan end, sehingga bentuk
dasar pernyataan IF .. THEN nya adalah sebagai berikut :
IF kondisi boolean THEN
Begin
Pernyataan;
Pernyataan;
End;

2. Pernyataan IF … THEN … ELSE.
Pernyataan ini hanya memeriksa apakah suatu blok kode
program dapat dieksekusi atau tidak. Jika kondisi pernyataan ini bernilai True maka blok program yang ada di bawahnya akan dieksekusi. Tetapi jika kondisi pernyataan bernilai False
maka alur program akan mengeksekusi pernyataan yang ada di bawah pernyataan ELSE.
Bentuk dasar pernyataan IF … THEN … ELSE adalah sebagai berikut :
IF kondisi boolean THEN
pernyataan1
ELSE
pernyataan2;
Jika pernyataan yang akan dieksekusi ketika kondisi bernilai true lebih dari satu pernyataan,
maka pernyataan‐pernyataan tersebut harus diapit dengan begin dan end, sehingga bentuk
dasar pernyataan IF .. THEN nya adalah sebagai berikut :

IF kondisi boolean THEN
begin
pernyataan1;
end
ELSE
begin
pernyataan2;
end;

Contoh pernyataan IF … THEN :
If Nilai>=50 then
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’);
atau
If Nilai>=50 then
begin
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’);
end;

Contoh pernyataan IF … THEN … ELSE :
If Nilai>=50 then
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’)
Else
ShowMessage(‘Anda Tidak Lulus’);
atau
If Nilai>=50 then
begin
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’);
end
Else
begin
ShowMessage(‘Anda Tidak Lulus’);
end;

Contoh pernyataan IF … THEN … ELSE … dengan kondisi lebih dari 2 kondisi
If Nilai>=80 then
begin
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus Dengan Nilai yang sangat baik’);
end
Else
If Nilai>=50 then
begin
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus Dengan Nilai yang cukup baik’);
end
Else
begin
ShowMessage(‘Anda Tidak Lulus’);
end;

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan pernyataan IF, diantaranya adalah :
1. Kondisi yang diperiksa harus menyatakan sebuah kondisi Boolean (True/False). Sehingga dalam
bagian kondisi harus menggunakan operator relasional (=, >, <, >=, <=, <>) dan Operator Boolean
(And, Or, Xor, dan NOT).
2. Pernyataan IF dianggap sebagai sebuah pernyataan saja. Oleh karena itu tidak boleh ada tanda
semicolon ( ; ) sebelum ELSE, karena ELSE adalah bagian dari pernyataan IF. Jika ada tanda
semicolon sebelum ELSE, berarti pernyataan IF telah selesai dan bagian ELSE tersebut bukan lagi
milik pernyataan IF yang di atasnya. Dan perintah ELSE tanpa didahului dengan pernyataan IF akan
mengakibatkan kesalahan.

Contoh :
If Nilai>=50 then
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’); // Pasti Error karena IF telah selesai di baris ini
Else // Pasti Error, karena ELSE baris ini tidak mempunyai pernyataan IF
ShowMessage(‘Anda Tidak Lulus’);

PERNYATAAN CASE
Pernyataan CASE, digunakan sebagai pengganti pernyataan IF. Pernyataan CASE akan memberikan
alternative yang lebih gampang dibaca untuk menggantikan pernyataan IF. Tetapi tidak semua
pernyataan IF bisa diganti dengan pernyataan CASE.
Bentuk umum dari CASE adalah sebagai berikut :

CASE EkspresiNilai Of
DaftarKemungkinan1:Pernyataan1;
DaftarKemungkinan2:Pernyataan2;
...
DaftarKemungkinanN:PernyataanN;
Else
PernyataanLainnya;
End;
Jenis data yang boleh ada di bagian EkspresiNilai haruslah data bertipe ordinal (Bilangan Bulat, Karakter,
Boolean). Tipe data string atau real tidak bisa digunakan dalam EkspresiNilai.

Contoh pernyataan CASE :
CASE nilai OF
100 : ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus dengan Nilai SEMPURNA’);
80 .. 99 : ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus dengan sangat baik’);
50 .. 79 : ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus dengan cukup baik’);
Else
ShowMessage(‘Nilai Kurang, Anda Tidak Lulus’);
End;

Contoh pernyataan CASE :
CASE huruf OF
‘A’,’I’,’U’,’E’,’O’: ShowMessage(‘Huruf Vokal’);
Else
ShowMessage(‘Bukan Huruf Vokal’);
End;

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan CASE yaitu :
1. Pada bagian EkspresiNilai harus berupa data ordinal (Bilangan bulat, Karakter, atau Boolean)
2. Bagian EkspresiNilai boleh berupa range nilai
3. Pada bagian DaftarKemungkinan, tidak boleh terjadi sebuah nilai berada pada 2 atau lebih
    DaftarKemungkinan. Tidak boleh sebuah nilai disebut lebih dari 1 kali.

4. Bagian ELSE digunakan jika nilai tidak terpenuhi pada salah satu dari DaftarKemungkinan di atasnya.