Sabtu, 03 September 2016
Senin, 04 April 2016
Minggu, 03 April 2016
Belajar SPSS (2)
1. Klik Analyze ‐> klik Descriptive Statistic ‐> klik
Frequencies.
2. Klik Entomologi (X) ‐> klik tanda (>) (untuk
memasukkan variabel X ke kolom variables(s)
3. Klik Biostatistik (Y) ‐> klik tanda (>) (untuk
memasukkan variabel Y ke kolom variables(s)
atau sorot semua variabel X dan Y kemudian klik tanda (>)
4. Beri tanda centang (V) display Frequency Tables.
5. Klik Statistics, beri centang (v) Quartil, Percentil (isi
25, klik Add, ulangi untuk 50, dan 75)
Std. deviation, Varians, Range, Minimum, Maximum, S.E. mean,
Mean, Median, Mode,
Sum, Skewness, Kurtosis.
6. Klik Continue
7. Klik Chart (beri centang pada pilihan) Histogram centang
with normal curve ‐> klik
Continue
8. Klik format (untuk mengatur tampilan data)
9. Klik Continue, kemudian OK
Sekarang kita dapat melihat outputnya:
Frequencies
Frequency Table
Kita bisa melihat histogram dari masing-masing
variabelnya.
NB : Atau kalian bisa download langsung>>>Download Belajar SPSS
Belajar SPSS (1)
SPSS merupakan software statistik yang paling populer,
fasilitasnya sangat lengkap dibandingkan dengan software lainnya, penggunaannya pun cukup mudah.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara
menginstal terlebih dahulu software SPSS
yang akan digunakan. Pada pembelajaran kali ini menggunakan
Software SPSS 12. Saat ini software SPSS telah mengalami berbagai penambahan fasilitas, versi terkini
yaitu SPSS 17. Cara mempelajarinya tidak jauh berbeda dengan SPSS versi lainnya.
Setelah dilakukan instalasi, maka langkah berikutnya adalah
masuk ke dalam program SPSS, tampilannya mirip dengan Excel milik Microsoft Corporation.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah :
Cari shortcut SPSS pada layar dekstop, atau masuk lewat
tombol start, lalu pilih All Programs, kemudian
pilih SPSS for Windows 12.0, tampak seperti pada gambar di
bawah ini.
Kemudian akan muncul gambar seperti di bawah ini. Lalu klik
saja cancel pada kotak dialog yang ada untuk memasukkan data baru.
Maka kotak dialog tersebut akan hilang, sehingga kita bisa
melanjutkan pengentrian data.
Perhatikan pada sudut kiri bawah, ada 2 sheet (seperti
Excel), yaitu Data View dan Variabel View. Untuk memasukkan data, terlebih dahulu tentukan variabelnya yang
kemudian diinput pada Variabel View, seperti Nama, Berat Badan, Tinggi Badan, Tekanan Darah,
Tanggal Lahir, dan sebagainya.
Name : diisi nama
variabel, misalnya Nama
Type : diisi tipe
data, misalnya numeric (untuk data angka) atau string untuk data teks.
Width : diisi jumlah
karakter maksimal yang akan diinput dalam Data View.
Decimal : diisi
jumlah karakter maksimal yang akan diinput dalam Data View.
Label : diisi
keterangan untuk variabel (boleh dikosongkan).
Value : untuk
memberi kodefikasi, misalnya Laki‐laki=1, Perempuan=2.
Missing : untuk
perlakuan data terhadap Missing Value (abaikan sesuai default).
Align : untuk
pengaturan tampilan perataan dalam Data View, seperti left, centre, right.
Measure : secara
default akan terpilih Nominal jika variabel bertipe string, dan akan terpilih Scale jika data bertipe Numeric.
Setelah ditentukan variabelnya, sekarang tinggal mengisi
data di sheet Data View. Untuk lebih
mudahnya maka kita akan menampilkan contoh data yang akan
diiput.
Ini adalah data nilai mata kuliah 10 orang mahasiswa :
Entomologi (X) : 90, 67, 78, 85, 75, 60, 87, 87, 90, 60
Biostatistik (Y) : 87, 75, 67, 80, 70, 56, 76, 54, 87, 65
Sekarang kita mulai menginput data sesuai contoh di atas
1. Klik start ‐> All program ‐> SPSS for windows
2. Menu yang akan muncul berupa sheet (excel) yaitu Data
View (tempat memasukkan
data), Variabel View (tempat mendefinisikan variabel)
3. Klik Variabel View.
a. kolom “Name” = X (nama variabel tidak boleh ditandai
dengan spasi)
b. kolom “Type” = Numeric
c. Kolom “Width” = 8 (banyaknya karakter)
d. Kolom “Decimal” = 0 (banyaknya angka di belakang koma)
e. Kolom “Label” = ENTOMOLOGI (label variabel)
f. Kolom “Value” = None (diisi jika data kualitatif:
misalkan L = 1, P = 2)
g. Kolom “Missing” = None (selisih antara variabel )
h. Kolom “Columns” = 8 (lebar kolom disesuaikan )
i. Kolom “Align” = Right (rata tulisan)
j. Kolom “Measure” = Scala (jenis data)
4. Lanjutkan dengan mendefinikan variabel “Y”.
5. Klik Data View, input semua data variabel Entomologi di
kolom X, input semua data
variabel Biostatistik di kolom Y.
6. Selesai (Proses penginputan data selesai), menu SPSS
jangan ditutup,
Kemudian kita lanjutkan dengan analisis deskriptif
ANALISIS DESKRIPTIF
Adalah analisis yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan
data. Analisis deskriptif berupa
ukuran gejala pusat berupa mean, median, dan modus. Ukuran
penyebaran berupa kuartil, desil
dan persentil. Ukuran penyebaran berupa rentang data
(range), simpangan (simpangan baku
dan varians). Ukuran kemiringan berupa model populasi,
koefisien kemiringan (kurtosis), dan
koefisien kecembungan (skweness).
Langkah‐langkahnya :
Lanjut Halaman Berikut >>>Halaman 2
Jumat, 01 April 2016
Aplikasi Untuk Menghitung Nilai
Buatlah Form seperti dibawah ini :
Kemudian masukan kode dibawah kedalam button Hitung.
var
Nilai : Integer;
begin
Nilai :=StrToInt(ENilai.Text);
Case Nilai Of
100 : ShowMessage('Selamat Anda Lulus Dengan Nilai SEMPURNA');
80 .. 99 : ShowMessage('Selamat Anda Lulus Dengan Sangat Baik');
50 .. 79 : ShowMessage('Selamat Anda Lulus Dengan Cukup Baik');
Else
ShowMessage('Nilai Anda Kurang, Anda Tidak Lulus');
End;
end;
Button Close dengan kode dibawah :
procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
close;
end;
Kemudian Run dan masukan nilainya kemudian klik Hitung, maka tampilannya akan seperti ini :
Kamis, 31 Maret 2016
Perulangan Pada Delphi
PERULANGAN FOR TO DO
Perulangan For To Do merupakan perulangan yang menggunakan
kendali perulangannya berupa
counter/pencacah. Counter akan menjalankan perulangan
dimulai dari nilai awal yang diberikan sampai
counter mencapai nilai akhirnya. Syarat terjadinya
perulangan adalah nilai awal counter harus lebih kecil
atau sama dengan nilai akhir counter.
Bentuk umum dari perulangan ini adalah :
For counter := nilai awal To Nilai
akhir Do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;
Contoh Program yang ditulis dalam event OnClick dari
tombol For To Do
procedure
TForm1.Tbl_ForToDoClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
c:char;
begin
Memo1.Clear;
for i:=1 to 10 do
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i));
for c:='A' to 'Z' do
Memo1.Lines.Add(c);
end;
PERULANGAN FOR DOWNTO DO
Perulangan ini sama seperti perulangan dengan menggunakan
For To Do tetapi arah isi counternya
berkurang (mundur/turun).
Bentuk umum dari perulangan ini adalah :
For counter := nilaiawal DownTo
Nilaiakhir Do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;
Perulangan ini akan berulang selama nilai variabel counter
masih lebih besar atau sama dengan nilai
akhir. Nilai awal suatu counter harus lebih besar atau
sama dengan daripada nilai akhirnya.
Contoh Program yang ditulis dalam event OnClick dari
tombol For To Do
procedure TForm1.Tbl_FormDownToDoClick(Sender:
TObject);
var
i:integer;
c:char;
begin
Memo1.Clear;
for i:=10 downto 1 do
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i));
for c:='Z' downto 'A' do
Memo1.Lines.Add(c);
end;
PERULANGAN REPEAT UNTIL
Perulangan ini bekerja sampai kondisi yang diinginkan
tercapai. Perulangan ini bisa digunakan sebagai
perulangan yang menggunakan banyak kondisi keluar (multi
condition loop).
Bentuk umum :
Repeat
Perintah;
Perintah;
Until Kondisi;
Contoh Program
procedure
TForm1.Tbl_RepeatUntilClick(Sender: TObject);
var
i:real;
begin
Memo1.Clear;
i:=0;
repeat
i:=i+0.5;
Memo1.Lines.Add(FloatToStr(i));
until i=10;
end;
Perulangan ini berulang sampai kondisi yang ada setelah
until mempunyai nilai true. Jadi repeat until
berjalan selama kondisi salah sampai kondisi benar.
Pengecekan kondisi berada di bagian bawah yaitu setelah
until sehingga semua program yang memakai
perulangan ini akan melakukan minimal 1 kali proses
perulangan.
PERULANGAN WHILE DO
Perulangan ini mirip dengan perulangan Repeat Until tetapi
pengecekannya berada di awal sebelum
melakukan proses yang berulang. Perulangan ini berjalan
selama kondisi pengecekan bernilai true. Jika
kondisi telah mempunyai nilai false maka perulangan tidak
dilakukan lagi.
Bentuk umum dari While Do adalah seperti berikut :
While kondisi do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;
Contoh program while do yang ditulis pada event onclick
dari tombol While Do.
procedure
TForm1.Tbl_WhileDoClick(Sender: TObject);
var
i:real;
begin
Memo1.Clear;
i:=0;
while i<10 do
begin
i:=i+0.5;
Memo1.Lines.Add(FloatToStr(i));
end;
end;
PERULANGAN LABEL
Label adalah suatu perintah untuk memandai suatu baris
program. Untuk pindah ke posisi yang ditandai
oleh label, maka digunakan perintah Goto.
Untuk lebih jelasnya lihatlah program berikut yang ditulis
dalam event OnClick dari tombol Label.
procedure
TForm1.Tbl_Label5Click(Sender: TObject);
label
A;
var
i:integer;
begin
Memo1.Clear;
i:=0;
A:
i:=i+1;
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i));
if i<10 then
Goto A;
End;
PERULANGAN TERSARANG (PERULANGAN DALAM PERULANGAN)
Perulangan tersarang (nested loop) adalah suatu perulangan
dimana di dalam perulangan tersebut ada
perulangan lain. Perulangan yang di ada di bagian
terdalam, maka akan dikerjakan dulu sampai selesai
baru mengerjakan perulangan yang ada diluarnya.
Nested loop bisa merupakan kombinasi antara For To Do, For
DownTo Do, Repeat Until, While Do.
Contoh Program
procedure
TForm1.Tbl_TersarangClick(Sender: TObject);
var
i,j:integer;
begin
Memo1.Clear;
for i:=1 to 5 do
begin
j:=0;
while j<5 do
begin
j:=j+1;
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i)+' X
'+IntToStr(j)
+' = '+IntToStr(i*j));
end;
Memo1.Lines.Add('-------------------');
end;
end;
PERULANGAN BANYAK KONDISI
Perulangan dengan banyak kondisi adalah suatu perulangan
dimana berjalannya suatu perulangan tidak
hanya berdasarkan suatu kondisi saja tetapi bisa lebih
dari satu kondisi. Operator yang bisa digunakan
biasanya seperti And, Or, Not dan lain‐lain.
Contoh Program :
procedure
TForm1.Tbl_BanyakKondisiClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
total:integer;
begin
Memo1.Clear;
total:=0;
i:=0;
repeat
i:=i+1;
Total:=Total+i;
Memo1.Lines.Add('Isi I =
'+IntToStr(i));
Memo1.Lines.Add('Isi Total =
'+IntToStr(Total));
until (total>150)or(i>25);
end;
PERINTAH CONTINUE
Perintah continue merupakan suatu mekanisme agar alur
program melanjutkan perulangan ke iterasi
berikutnya dengan tidak mengeksekusi perintah yang ada di
bawahnya. Perintah ini berlaku untuk
perulangan for, while do atau repeat until.
Contoh Program :
procedure
TForm1.Tbl_ContinueClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
begin
Memo1.Clear;
for i:=1 to 20 do
begin
if (i>5)and(i<=10) then
continue;
memo1.Lines.Add(inttostr(i));
end;
end;
Perintah di atas akan melakukan perulangan dari 1 sampai
20 kecuali 6 s/d 10.
PERINTAH BREAK
Perintah break digunakan untuk menghentikan perulangan.
Break berlaku pada perulangan for, while
do, repeat until. Perintah di bawah break tidak akan
dieksekusi.
Contoh Program :
procedure
TForm1.Tbl_BreakClick(Sender: TObject);
var
i:integer;
begin
Memo1.lines.Clear;
for i:=1 to 100 do
begin
if i>50 then
Break;
Memo1.Lines.add(inttostr(i));
end;
end;
Perintah di atas akan melakukan perulangan dari 1 sampai
100 tetapi akan berhenti ketika counter I
bernilai 50.
Minggu, 27 Maret 2016
Penggunaan Perulangan Pada Delphi
Salah satu kegunaan dari komputer adalah untuk melakukan proses yang berulang. Bagi manusia proses
berulang bisa menjadi satu hal yang melelahkan, sehingga bisa membuat proses menghasilkan
kesalahan karena ketidakkonsentrasian atau kelalaian. Oleh karena itu di semua bahasa pemrograman
pasti memiliki mekanisme untuk melakukan perulangan. Demikian dengan juga dengan Delphi. Di Delphi
perulangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya :
‐ Perulangan menggunakan Counter/Pencacah sebagai kendali perulangannya. Perulangan dengan
cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan : For To Do atau For DownTo Do.
‐ Perulangan menggunakan Kondisi Boolean sebagai kendali perulangannya. Perulangan dengan cara
ini dilakukan dengan menggunakan pernyataan : While Do, atau Repeat Until.
‐ Perulangan menggunakan Label. (cara ini tidak disarankan untuk digunakan. Label akan diterangkan sekedar untuk pembelajaran saja).
Untuk lebih memahami perulangan, buatlah form seperti di bawah ini yang akan digunakan untuk
mendemonstrasikan berbagai jenis perulangan.
berulang bisa menjadi satu hal yang melelahkan, sehingga bisa membuat proses menghasilkan
kesalahan karena ketidakkonsentrasian atau kelalaian. Oleh karena itu di semua bahasa pemrograman
pasti memiliki mekanisme untuk melakukan perulangan. Demikian dengan juga dengan Delphi. Di Delphi
perulangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya :
‐ Perulangan menggunakan Counter/Pencacah sebagai kendali perulangannya. Perulangan dengan
cara ini dapat dilakukan dengan menggunakan pernyataan : For To Do atau For DownTo Do.
‐ Perulangan menggunakan Kondisi Boolean sebagai kendali perulangannya. Perulangan dengan cara
ini dilakukan dengan menggunakan pernyataan : While Do, atau Repeat Until.
‐ Perulangan menggunakan Label. (cara ini tidak disarankan untuk digunakan. Label akan diterangkan sekedar untuk pembelajaran saja).
Untuk lebih memahami perulangan, buatlah form seperti di bawah ini yang akan digunakan untuk
mendemonstrasikan berbagai jenis perulangan.
![]() |
Properties :
ScrollBars=ssBoth
|
Komponen Memo digunakan untuk menampung data string lebih dari 1 baris. Memo bisa
diidentikan dengan program Notepad. Memo bisa digunakan untuk membuat editor teks.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengolah/memanipulasi memo yaitu :
‐ Memo.Lines.Add(s:string), digunakan untuk menambah baris baru di baris terakhir.
Parameternya harus string. Jika ingin menuliskan angka, maka harus dikonversi dulu.
‐ Memo.Clear, digunakan untuk menghapus semua baris yang ada dalam memo.
Properti yang biasa dimodifikasi diantaranya :
‐ Lines, properties yang menyimpan baris‐baris yang ada dalam memo
‐ Alignment, digunakan untuk menentukan alignment baris (Left, Right, Center)
‐ ScrollBars, digunakan untuk menentukan scrollbar mana yang akan ditampilkan (None,
Vertikal, Horizontal, Both/Keduanya).
Sabtu, 26 Maret 2016
Aplikasi Penjualan Barang
Sebuah toko mempunyai tabel harga dan diskon seperti berikut :
Tampilan yang diinginkan adalah :
Ketentuan :
Data yang diinputkan hanya kode barang dan quantity. Quantity
pembelian tidak boleh lebih dari 10. Data yang
dimasukan
harus divalidasi.
Solusi untuk tombol Hitung adalah script berikut :
procedure TForm1.Tbl_HitungClick(Sender:
TObject);
var
kode, nama:string;
harga, diskon, subtotal,total:currency;
qty:integer;
begin
kode:=cbkode.Text;
kode:=trim(kode);
kode:=uppercase(kode);
kode:=copy(kode,1,3);
// Di baris ini, kode sudah pasti tidak ada
spasi di awal dan diakhir
// kode sudah pasti capital (tidak mempunyai
huruf kecil)
// kode pasti 3 huruf atau kurang
if length(kode)<>3 then
begin
showmessage('Kode harus 3 karakter');
cbkode.SetFocus;
exit;
end;
// Di baris ini, kode sudah pasti tidak ada
spasi di awal dan diakhir
// kode sudah pasti capital (tidak mempunyai
huruf kecil)
// kode pasti 3 huruf tidak mungkin kurang
if kode='A01' then
begin
harga:=50000;
nama:='Speaker';
end
else
if kode='B02' then
begin
harga:=25000;
nama:='Mouse';
end
else
if kode='C03' then
begin
harga:=750000;
nama:='Hardisk';
end
else
if kode='D04' then
begin
harga:=5000;
nama:='Mouse Pad';
end
else // Jika kode tidak terdaftar
begin
showmessage('Kode tidak dikenal');
exit;
end;
if TryStrToInt(EQty.Text,qty)=false then
begin
showmessage('Quantity harus angka.');
exit;
end;
// Di baris ini, Qty pasti bilangan bulat tetapi masih mungkin diatas 10
if (qty<1) or (qty>10) then
begin
showmessage('Hanya boleh beli 1 s/d 10 saja');
exit;
end;
// Di baris ini, Qty pasti bilangan bulat dan
pasti berisi 1 s/d 10
pasti berisi 1 s/d 10
ENama.text:=nama;
EHarga.text:=CurrToSTr(harga);
Subtotal:= harga * qty;
ESubTotal.Text:=CurrToStr(subtotal);
if subtotal>=100000 then diskon:=0.15 * subtotal else
if subtotal>=50000 then diskon:=0.1 * subtotal else
if subtotal>=25000 then diskon:=0.05 * subtotal else
diskon:=0;
EDiskon.text:=CurrToStr(diskon);
Total:=Subtotal-Diskon;
ETotal.text:=CurrToStr(Total);
end;
Pengertian Percabangan Pada Delphi
Percabangan digunakan untuk menentukan blok perintah mana yang akan
dilakukan berdasarkan
kondisi yang telah ditentukan. Jika kondisinya tercapai (bernilai
true) maka pernyataan akan dikerjakan.
Ada dua jenis percabangan yang ada dalam Delphi, yaitu :
‐ Percabangan menggunakan pernyataan IF
‐
Percabangan menggunakan pernyataan CASE
PERNYATAAN IF
Pernyataan IF digunakan untuk memeriksa sebuah kondisi dan kemudian
mengeksekusi bagian source
code tertentu berdasarkan kondisi Benar/True atau Salah/False. Kondisi
harus dibentuk dalam ekspresi
Boolean.
Ada dua jenis pernyataan IF yaitu
1. Pernyataan IF … THEN.
Pernyataan ini hanya memeriksa apakah suatu blok kode program dapat
dieksekusi atau tidak.
Jika kondisi pernyataan ini bernilai True maka blok program yang ada
di bawahnya akan
dieksekusi. Tetapi jika kondisi pernyataan bernilai False maka alur
program akan menganggap
pernyataan IF telah selesai karena tidak mempunyai alternative lain.
Bentuk dasar pernyataan IF … THEN adalah sebagai berikut :
IF kondisi Boolean THEN
pernyataan;
Jika pernyataan yang akan dieksekusi ketika kondisi bernilai true
lebih dari satu pernyataan,
maka pernyataan‐pernyataan tersebut harus diapit dengan begin dan end,
sehingga bentuk
dasar pernyataan IF .. THEN nya adalah sebagai berikut :
IF kondisi boolean THEN
Begin
Pernyataan;
Pernyataan;
…
End;
2. Pernyataan IF … THEN … ELSE.
Pernyataan ini hanya memeriksa apakah suatu blok kode
program dapat dieksekusi atau tidak. Jika kondisi pernyataan ini
bernilai True maka blok program yang ada di bawahnya akan dieksekusi. Tetapi
jika kondisi pernyataan bernilai False
maka alur program akan mengeksekusi pernyataan yang ada di bawah
pernyataan ELSE.
Bentuk dasar pernyataan IF … THEN … ELSE adalah sebagai berikut :
IF kondisi boolean THEN
pernyataan1
ELSE
pernyataan2;
Jika pernyataan yang akan dieksekusi ketika kondisi bernilai true
lebih dari satu pernyataan,
maka pernyataan‐pernyataan tersebut harus diapit dengan begin dan end,
sehingga bentuk
dasar pernyataan IF .. THEN nya adalah sebagai berikut :
IF kondisi boolean THEN
begin
pernyataan1;
end
ELSE
begin
pernyataan2;
end;
Contoh pernyataan IF … THEN :
If Nilai>=50 then
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’);
atau
If Nilai>=50 then
begin
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’);
end;
Contoh pernyataan IF … THEN … ELSE :
If Nilai>=50 then
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’)
Else
ShowMessage(‘Anda Tidak Lulus’);
atau
If Nilai>=50 then
begin
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’);
end
Else
begin
ShowMessage(‘Anda Tidak Lulus’);
end;
Contoh pernyataan IF … THEN … ELSE … dengan kondisi lebih dari 2
kondisi
If Nilai>=80 then
begin
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus Dengan Nilai
yang sangat baik’);
end
Else
If Nilai>=50 then
begin
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus Dengan Nilai
yang cukup baik’);
end
Else
begin
ShowMessage(‘Anda Tidak Lulus’);
end;
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan pernyataan
IF, diantaranya adalah :
1. Kondisi yang diperiksa harus menyatakan sebuah kondisi Boolean (True/False).
Sehingga dalam
bagian kondisi harus menggunakan operator relasional (=, >, <,
>=, <=, <>) dan Operator Boolean
(And, Or, Xor, dan NOT).
2. Pernyataan IF dianggap sebagai sebuah pernyataan saja. Oleh karena
itu tidak boleh ada tanda
semicolon ( ; ) sebelum ELSE, karena ELSE adalah bagian dari
pernyataan IF. Jika ada tanda
semicolon sebelum ELSE, berarti pernyataan IF telah selesai dan bagian
ELSE tersebut bukan lagi
milik pernyataan IF yang di atasnya. Dan perintah ELSE tanpa didahului
dengan pernyataan IF akan
mengakibatkan kesalahan.
Contoh :
If Nilai>=50 then
ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus’); // Pasti
Error karena IF telah selesai di baris ini
Else // Pasti Error, karena ELSE baris ini
tidak mempunyai pernyataan IF
ShowMessage(‘Anda Tidak Lulus’);
PERNYATAAN CASE
Pernyataan CASE, digunakan sebagai pengganti pernyataan IF. Pernyataan
CASE akan memberikan
alternative yang lebih gampang dibaca untuk menggantikan pernyataan
IF. Tetapi tidak semua
pernyataan IF bisa diganti dengan pernyataan CASE.
Bentuk umum dari CASE adalah sebagai berikut :
CASE EkspresiNilai Of
DaftarKemungkinan1:Pernyataan1;
DaftarKemungkinan2:Pernyataan2;
...
DaftarKemungkinanN:PernyataanN;
Else
PernyataanLainnya;
End;
Jenis data yang boleh ada di bagian EkspresiNilai haruslah data
bertipe ordinal (Bilangan Bulat, Karakter,
Boolean). Tipe data string atau real tidak bisa digunakan dalam
EkspresiNilai.
Contoh pernyataan CASE :
CASE nilai OF
100 : ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus dengan
Nilai SEMPURNA’);
80 .. 99 : ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus
dengan sangat baik’);
50 .. 79 : ShowMessage(‘Selamat Anda Lulus
dengan cukup baik’);
Else
ShowMessage(‘Nilai Kurang, Anda Tidak Lulus’);
End;
Contoh pernyataan CASE :
CASE huruf OF
‘A’,’I’,’U’,’E’,’O’: ShowMessage(‘Huruf Vokal’);
Else
ShowMessage(‘Bukan Huruf Vokal’);
End;
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan CASE yaitu
:
1. Pada bagian EkspresiNilai harus berupa data ordinal (Bilangan
bulat, Karakter, atau Boolean)
2. Bagian EkspresiNilai boleh berupa range nilai
3. Pada bagian DaftarKemungkinan, tidak boleh terjadi sebuah nilai
berada pada 2 atau lebih
DaftarKemungkinan. Tidak boleh sebuah nilai disebut lebih dari 1 kali.
4. Bagian
ELSE digunakan jika nilai tidak terpenuhi pada salah satu dari DaftarKemungkinan
di atasnya.





















